Life is Choice.
Jangan salahkan saya atas apapun pilihan saya.
Jangan bertingkah seakan kamu mengetahui apa yang terjadi
dalam hidup saya.
Saya menyesal atas apa yang sudah saya pilih, dan itu
pilihan saya.
Jangan datang lalu mengomentari pilhan saya yang anda kira
itu tidak benar, menurut anda seharusnya saya melakukan hal a, tapi saya
memilih b, dan pada akhirnya saya menyesali pilihan saya. Apakah saya marah? Jelas
iya. Saya sesekali menyalahkan diri saya, tapi saya tidak ingin orang lain
menyalahkan saya atas pilihan saya sendiri. Bukankah komentar anda terlambat? Bukankah
komentar itu keluar setelah saya melakukan kesalahan? Bagaimana dengan
sebelumnya? Dimana anda ketika saya ketakutan menjalani hidup ini? Dimana anda
ketika saya merengek kesakitan, menahan sesak, dimana anda ketika saya butuh
arahan dalam hidup yang kacau balau ini?
Sekarang, saya berdiri di atas pilihan saya. Saya sesekali
menyesali pilihan saya, tapi saya selalu ingin tetap baik baik saja dan selalu
percaya bahwa saya pasti menemukan jalan keluar atas pilihan keliru ini. Saya tidak
perlu semangat dari kalian. Saya tidak butuh pelukan hanya dalam rangka
kasihan. Saya ingin tetap hidup diatas kaki saya dengan penuh percaya diri dan
yakin untuk selalu selamat dalam hidup.
Saya tidak kalah, saya hanya Lelah.
Saya mungkin terlalu egois dengan hanya memperdulikan mental
dan kondisi fisik saya, tapi itu tidak sepenuhnya salah bukan?
Saya ingin hidup sehat, saya ingin merasakan ketenangan.
Saya ingin menjalani hidup sebagai orang normal.
Apapun yang saya bicarakan tentang kelelahan saya, apakah
kalian benar peduli?
Tidak bukan? Kalian tetap berpendapat semuanya adalah alasan,
pilihan saya salah, dan saya sial.
Padahal kalian hanya mendengar sekali, kalian tidak
merasakan sama sekali. Dengan mudahnya kalian mengatakan bahwa saya sial.
Perlu saya jelaskan sesak apa yang sudah saya rasakan selama
ini?
Sudah pernah dikatakan iq kalian rendah oleh atasan kalian?
Sudah merasakan di bentak bentak, tidak dipercaya, dipandang
bodoh, dianggap hina, tidak dihargai, apa sudah pernah?
Sudah ya? Bagaimana rasanya? Sakit? Atau biasa saja?
Jelas respon pertama kalian akan bilang sakit, tapi kemudian
hari kalian bilang biasa saja, itu hanya ujian pekerjaan. Benar?
Tapi pernah kalian merasakan sakit yang tidak ada obat nya? Sakit
yang tetap terasa padahal sudah berapa kali di obati.
Dunia.
Tidak kekal.
Tapi sakitnya, membekas setiap hari.
Komentar
Posting Komentar