Rumah lama yang tak lagi sama

Aku pulang.
Pulang ke rumah lama.
Namun isinya tak lagi sama.
Aku pulang untuk melanjutkan masa depanku yang sedikit aku tinggalkan di rumah itu.
Namun ternyata bukan hanya masa depan yang ku temui, namun rasa bersalah juga.

Aku meninggalkan rumah dengan meninggalkan banyak orang yg aku sayangi dan menyayangiku, sialnya saat aku pergi aku hanya memikirkan diri sendiri, aku ingin keluar, aku ingin menemui tempat yang lebih besar, yang lebih bersih, yang lebih waras, dan yang lebih banyak menyayangiku. Namun ternyata saat aku pergi dan menemui rumah baru, aku memang mendapatkan semuanya, tapi jam tidurku, tubuhku mungkin tidak baik-baik saja. Lain dari itu, masa depan yang aku impikan sedikit terhambat jika aku bertahan disana, mungkin bisa saja bertahan, sebab doaku yang kupinta sebelumnya hampir semuanya terjawab disana. Namun kembali lagi, ego. Ego ku besar. Aku lelah, aku ingin keluar dari rumah baru dengan alasan yang sama saat aku keluar dari rumah lama, aku ingin melanjutkan masa depanku. Aku ingin mencari rumah yang tidak menghambat masa depanku, jam istirahatku, dan bahkan waktu liburanku.  

Pilihanku akhirnya tertuju pada rumah lama.
Namun disana isinya tak lagi sama.
Orang-orang yang aku sayangi dan menyanyangiku tak sebanyak dulu.
Mereka sudah pergi, dan tak ingin lagi kembali ke rumah itu.
Hanya aku, aku yang kembali.

Aku kembali menjalani hari dirumah lama dengan banyak orang baru, 
Kenangan bersama teman-teman lama selalu terbanyang dan tak pernah hilang sedetikpun,
Setiap kali kaki melangkah, setiap itu juga tumbuh rasa bersalah.
Pergi, meninggalkan dengan tujuan ingin melanjutkan masa depan.
Dia, temanku mendukung, namun aku menghianati dukungannya.
Aku mendapat yang baru, aku berdiskusi ketika lelah dan hampir gila, bagaimana jika kita pulang kerumah itu bersama?
Sempat banyak pertimbangan untuk pulang,
Apa tidak malu? kemarin meninggalkan bahkan membuang sekarang malah ingin pulang.
Namun akhirnya, kami tetap ingin pulang. Aku, bahkan aku yang berharap kami untuk pulang.
Aku tidak ingin pulang sendirian, aku ingin bersama nya. Aku ingin kami menyelesaikan hal hal yg menyebalkan disana bersama. Aku ingin menikmati semangkuk mie ayam bakso di warung rekomendasinya, memenuhi bm mie balado favoritnya, menongkrong di mixue sambil menikmati gacoan, nonton film, bahkan terkadang bm ngegym yang tak sekalipun kami lakukan bersama. Aku ingin mengulang hal itu, namun tak bisa lagi saat ini.
Bukan hanya tak bisa pulang bersama,
Namun juga tak bisa berteman lagi.
Semoga opiniku, tidak nyata.

Maaf.
Maaf untuk berjuta kesalahanku. 
Maaf untuk aku yang hanya peduli masa depanku.
Maaf untuk aku yang sempat sombong ingin pergi namun sekarang malah kembali.

Semoga.
Semoga hal baik selalu menyertaimu,
Semoga aku sudah dimaafkan.
Semoga hari harimu selalu menyenangkan.
Semoga semakin bertambah orang yang menyanyangimu.

dan, Selamat.
Selamat atas pertahananmu yang kuat itu,
Selamat atas bahagiamu yang selalu kamu usahakan itu,
Selamat atas semua harimu yang menyenangkan yang aku tak lagi tau.

Sampai jumpa,
Semoga ada kesempatan untuk bertemu, dan menikmati mie ayam bakso bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life is Choice.

(Ingin) Kembali Bersama.